<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Charmdevo &#187; mtb</title>
	<atom:link href="http://www.charmdevo.com/tag/mtb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.charmdevo.com</link>
	<description>Athlete &#38; Racing Management Portal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 18:46:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>MTB Kawah Kamojang Challenge Open</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2010/06/mtb-kawah-kamojang-challenge-open/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2010/06/mtb-kawah-kamojang-challenge-open/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 18:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Challenge]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[kawah kamojang]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Charmdevo, ISSI Kab. Bandung menggelar lomba sepeda gunung, MTB Kawah Kamojang Challenge Open pada hari Minggu 13 Juni 2010. MTB chalange ini diselenggarakan menyambut PORDA 2010 Juli yang akan datang. Panpel ( panitia pelaksana ) menetapkan rute lomba untuk rute Majalaya &#8211; Pasirwangi &#8211; Garung — Kawah Kamojang sejauh 25 dengan rute sebagian jalan raya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Charmdevo, ISSI Kab. Bandung menggelar lomba sepeda gunung, MTB Kawah Kamojang Challenge Open pada hari Minggu 13 Juni 2010. MTB chalange ini diselenggarakan menyambut PORDA 2010 Juli yang akan datang.</p>
<p>Panpel ( panitia pelaksana ) menetapkan rute lomba untuk rute Majalaya &#8211; Pasirwangi &#8211; Garung — Kawah Kamojang sejauh 25 dengan rute sebagian jalan raya dan “off road”.</p>
<p><span id="more-406"></span>Lomba  akan memperbutkan piala Wakil Bupati Kab. Bandung dan Uang Pembinaan.</p>
<p>Nomor yang digelar,</p>
<p>1. Senior(Elite),</p>
<p>2. Junior,</p>
<p>3.Veteran,</p>
<p>4. Master,</p>
<p>5. Eksekutif dan wisata sepeda.</p>
<p><strong>Untuk Pendaftaran / Info Hubungi Panpel, :<br />
</strong></p>
<p>Jl. Kondang Nn o.5<br />
Majalaya,<br />
tel. 022-21000251, 5950344.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2010/06/mtb-kawah-kamojang-challenge-open/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sea games 2009 persembahan emas bagimu negeri</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/12/sea-games-2009-persembahan-emas-bagimu-negeri/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/12/sea-games-2009-persembahan-emas-bagimu-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 02:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Victory]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[popo ario]]></category>
		<category><![CDATA[risa suseanty]]></category>
		<category><![CDATA[sea games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Charmdevo (Sea games 2009) &#8211; Kontingen Indonesia di pertandingan hari kedua SEA Games 2009 Laos, Kamis, bangga menangis gembira dan kabar yang membangkitkan harapan setelah berhasil meraih lima medali emas melalui cabang sepeda gunung MTB , angkat besi dan karate. Emas pertama yang ditunggu-tunggu berasal dari atlet sepeda gunung putri Risa Suseanty lalu tidak lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_364" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/12/poprisaseagames2009.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-364" title="Popo ario &amp; Risa Suseanty SEA Games 2009" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/12/poprisaseagames2009-150x100.jpg" alt="Popo ario &amp; Risa Suseanty SEA Games 2009" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Popo ario &amp; Risa Suseanty SEA Games 2009</p></div>
<p>Charmdevo (Sea games 2009) &#8211; Kontingen Indonesia di pertandingan hari kedua SEA Games 2009 Laos, Kamis, bangga menangis gembira dan kabar yang membangkitkan harapan setelah berhasil meraih lima medali emas melalui cabang sepeda gunung MTB , angkat besi dan karate.</p>
<p>Emas pertama yang ditunggu-tunggu berasal dari atlet sepeda gunung putri <strong>Risa Suseanty</strong> lalu tidak lama kemudian disusul oleh rekan putranya <strong>Popo Ario Sejati</strong> pada pertandingan yang digelar di Dane Soung Saythany District, sekitar 60km dari Ibukota Vientiane.<br />
<span id="more-361"></span></p>
<div id="attachment_366" class="wp-caption alignright" style="width: 109px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/12/risaseagames2009.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-366" title="Risa Suseanty SEA Games 2009" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/12/risaseagames2009-99x150.jpg" alt="Risa Suseanty SEA Games 2009" width="99" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Risa Suseanty SEA Games 2009</p></div>
<p>Risa, peraih perunggu Asian Games Busan 2002 itu, mencatat waktu tiga menit 13,22 detik, mengungguli duat atlet Thailand Ausanee Pradupyard (03:16.53) dan Vipadee D (03:16.76).</p>
<p>Sementara Popo yang bersaing dengan sembilan pembalap lainnya, mencatat waktu tercepat dua menit 49,45 detik, juga mengalahkan dua pembalap Thailand, Tanaphon Jarupeng (02:50.84) dan Sitichai K. (02:53.92). Sementara pembalap Indonesia lainnya, Agus Suherlan, harus puas berada di peringkat keempat (02:54.3).</p>
<p>Bagi Popo, sukses tersebut sekaligus memupus kekecewaannya ketika ia gagal mempersembahkan medali pertama di SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima.</p>
<p>Untuk sementara, sampai pukul 21.00 WIB, Indonesia yang mengumpulkan lima emas, dan sepuluh perunggu, menempati peringkat keempat setelah Singapura, Thailand dan Vietnam.</p>
<p>Dari 11 negara peserta, hanya Brunei dan Timor Leste yang belum memperoleh satu medali pun.</p>
<p>Berikut perolehan medali sementara hari kedua SEA Games 2009 Laos (21.00 WIB):</p>
<p>Singapura 11 3 8</p>
<p>Thailand 6 13 6</p>
<p>Vietnam 6 5 8</p>
<p>Indonesia 5 0 10</p>
<p>Filipina 4 5 5</p>
<p>Malaysia 2 5 9</p>
<p>Myanmar 2 3 4</p>
<p>Laos 2 2 3</p>
<p>Kamboja 0 2 2</p>
<p>Brunei 0 0 0</p>
<p>Timor Leste 0 0 0 .(*)</p>
<p><strong>CONGRATS  Ya RISA, POPO&#8230; you are the best&#8230;  !</strong> <img src='http://www.charmdevo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padamu negeri kami persembahkan untuk emas selanjutnya.</p>
<p>source : antaranews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/12/sea-games-2009-persembahan-emas-bagimu-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah olahraga sepeda di olimpiade</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/12/sejarah-olahraga-sepeda-di-olimpiade/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/12/sejarah-olahraga-sepeda-di-olimpiade/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 04:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bmx]]></category>
		<category><![CDATA[cycling track]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[road]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak diciptakan tahun 1817, sepeda menjadi alat transportasi. Mulanya, roda depan sepeda berukuran lebih besar daripada roda di bagian belakang heheh aneh bukan jika diterawang pada zaman sekarang. Oleh karena itu posisi rider sedikit terangkat dan hal itu sangatlah berbahaya karena sepeda menjadi sulit untuk dikendalikan. Pada tahun 1885, J.K. Starley dari Inggris melengkapi sepedanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak diciptakan tahun 1817, sepeda menjadi alat transportasi.<br />
Mulanya, roda depan sepeda berukuran lebih besar daripada roda di bagian belakang heheh aneh bukan jika diterawang pada zaman sekarang. Oleh karena itu posisi rider sedikit terangkat dan hal itu sangatlah berbahaya karena sepeda menjadi sulit untuk dikendalikan.<br />
Pada tahun 1885, J.K. Starley dari Inggris melengkapi sepedanya dengan rantai dan gerigi yang memungkinkan kedua roda untuk berukuran sama.<br />
<span id="more-355"></span>Meskipun lomba balap sepeda sudah diadakan sejak lama tetapi penciptaan sepeda &#8211; sepeda baru memacu pengadaan lomba balap sepeda sebagai olahraga.</p>
<p>Cabang bersepeda dalam ajang Olimpiade terdiri dari empat kelas :</p>
<p>1. Road (jalan)<br />
2. Track<br />
3. Mountain Biking (sepeda gunung) dan<br />
4. BMX.</p>
<p><strong>A. Sepeda BMX</strong></p>
<p>Bicycle Motocross ( BMX ) dimulai pada akhir tahun 60an di California, bersamaan saat olahraga Motocross mulai populer di Amerika.<br />
Versi motor ini menjadi inspirasi untuk versi tenaga manusia.<br />
Anak &#8211; anak dan remaja yang mempunyai semangat tetapi tidak mempunyai sarana untuk berpartisipasi dalam ajang motocross, akhirnya megadakan perlombaan balap sepeda untuk kalangan mereka dengan merancang rintangan serta sepeda mereka sendiri.</p>
<p>Mereka bahkan melengkapi diri dengan kostum dan alat -alat pelindung seperti  yang digunakan oleh para pembalap motocross.<br />
Dapat terlihat dengan jelas alasannya kenapa olahraga ini menjadi populer dengan cepat, khususnya di California.</p>
<p>Pada awal tahun 70an, sebuah perkumpulan BMX pun didirikan di Amerika.<br />
Hal ini resmi dianggap sebagai awal mula dari balap BMX.<br />
Seiring berjalannya waktu, olahraga ini pun akhirnya menyebar ke segala penjuru dunia, khususnya di Eropa pada tahun 1978.</p>
<p>Pada bulan April 1981, Federasi Internasional BMX didirikan dan Kejuaraan pertama pun dilaksanakan pada tahun 1982.<br />
BMX dengan cepat berkembang sebagai olahraga yang unik dan setelah beberapa tahun, peraturan &#8211; peraturan yang ada makin terlihat kesamaannya dengan olahraga bersepeda dari pada dengan motocross.</p>
<p>Sejak Januari 1993, BMX sepenuhnya bergabung dengan International Cycling Union (UCI).<br />
Pada tanggal 29 Juni 2003, Intenational Olympic Committee (IOC) memutuskan untuk mengikut sertakan BMX pada Olimpiade Beijing 2008 di Cina.</p>
<p><em>Kompetisi</em></p>
<p>Perlombaan BMX diadakan di sirkuit seluas 350 meter yang di dalamnya terdapat banyak halangan dan rintangan.<br />
Delapan pembalap akan berlomba dengan empat pembalap teratas akan secara otomatis masuk ke babak selanjutnya<br />
( babak penyisihan, perempat final, semi final dan final ).<br />
<em><br />
Kelas yang dipertandingkan</em></p>
<p>* Perorangan Putra</p>
<p>* Perorangan Putri</p>
<p><strong>B. Road</strong></p>
<p>Seorang Pandai besi dari Skotlandia, Kirkpatrick MacMillan menambahkan pedal dan mekanisme pengungkit untuk mempermudah rider dalam mengendarai sepeda. Sebelumnya, rider sepeda harus mendorong sepeda mereka dengan kaki&#8230;. hahaha mirip flintstone.<br />
Hal tersebut dinilai kurang efektif untuk dilombakan.</p>
<p>Tahun 1880 &#8211; an, sepeda kembali mengalami perkembangan dengan dikembangkannya sistem rantai dan gerigi.<br />
Dengan demikian, bentuknya pun semakin ramping, seperti bentuk sepeda sekarang.<br />
Pada saat itu, atlet dan perancang sepeda berlomba &#8211; lomba untuk membuat sepeda yang bisa berjalan lebih cepat lagi.</p>
<p>Pada Olimpiade pertama tahun 1896, untuk kelas Road Race diadakan di jalur maraton.<br />
Para rider harus menyelesaikan dua lap dengan total 87 kilometer. Satu abad kemudian barulah para wanita diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi., yaitu tahun 1984. Dan 12 tahun kemudian, di Olimpiade ‘96 Atlanta, kelas Time Trial diperkenalkan.</p>
<p><em>Kompetisi</em></p>
<p>Road race dan Time Trial untuk putra dan putri kini terdiri dari empat kelas yang menyusun program Road Race Olimpiade.</p>
<p>Road Race dimulai dengan start massal. Jarak lari untuk putra sejauh 239 km dan untuk Putri sejauh 120 km. Untuk Time Trial, lamanya dihitung berdasarkan waktu, dimulai dengan 90 detik interval.<br />
Jaraknya sendiri untuk putra mencapai 46,8 km dan untuk putrid 31,2 km.</p>
<p><em>Kelas yang dipertandingkan</em></p>
<p>* Putra:</p>
<p>-Road Race Perorangan<br />
-Time Trial Perorangan</p>
<p>* Putri:</p>
<p>-Road Race Perorangan<br />
-Time Trial Perorangan</p>
<p><strong>C. Cycling Track</strong></p>
<p>Bagi orang awam, balap sepeda ( road race ) dan bersepeda gunung lebih dikategorikan pada olahraga sepeda sedangkan Track Cycling tidak. Dalam Track cycling, rider hanya mengelilingi jalur dengan kemiringan  hingga 42 derajat, disebut juga dengan Velodrom.<br />
Helm, pakaian dan sepeda yang digunakan sangat berbeda dengan sepeda yang digunakan untuk balap pada umumnya, lebih menyerupai kostum dari film luar angkasa, penciptaan sepeda &#8211; sepeda aerodinamis pun dimulai.<br />
Sepeda -sepeda tersebut menawarkan kecepatan yang luar biasa, walaupun begitu, sepeda tersebut tidak dapat melakukan manuver tertentu sehingga akan menjadi sedikit kaku dalam balap sepeda dengan jumlah peserta yang lebih banyak atau ramai.</p>
<p>Olimpiade tahun 1984 di Los Angeles, teknologi pada cabang ini mulai diperkenalkan seperti: spokeless dan piringan roda carbon-fibre. Revolusi lain terjadi pada Olimpiade 1992, Barcelona, di mana Chris Boardman dari Inggris memenangkan medali emas pertama Inggris untuk cabang olahraga sepeda sejak tahun 1920.<br />
Ia memecahkan rekor dunia dengan menggunakan sepeda yang sepenuhnya terbuat dari carbon &#8211; fibre serta aerodynamic cross &#8211; sections yang beratnya tidak lebih dari sembilan kilo.<br />
Track Cycling kembali berkembang, Time Trial untuk Putri berjarak 500 meter dan untuk Putra terdapat kelas baru yaitu Keirin, Madison dan Olympic Sprint Race.</p>
<p><em>Kompetisi</em></p>
<p>Seluruh program mencakup kelas perorangan, tim, sprint, endurance race, pursuits, time trials dan first-over-the-line finishes.<br />
Untuk time trial, sprint, individual pursuit dan points race tersedia untuk kelas putra dan putri sedangkan untuk 4000 m team pursuit, Madison, Keirin dan Olympic sprint hanya untuk putra.</p>
<p>* Madison: dimulai dengan start massal dan sejumlah tim yang terdiri dari dua rider. Serupa dengan point race untuk tim, dengan diberikannya nilai kepada pengedara yang berhasil menyelesaikan lomba. Saat lomba, hanya satu rider saja yang berada pada jalur, berkeliling sejumlah lap baru kemudian bertukar posisi dengan rider setimnya.</p>
<p>* Keirin: jarak yang harus ditempuh 2000 meter. Pada awal lomba, para rider berjalan dibelakang sebuah motor yang akan berjalan sejauh 1400 meter. Kemudian motor tersebut akan menepi, pada saat itu juga para rider akan melakukan sprint hingga garis akhir. Pada awalnya Keirin lebih banyak dilakukan secara tradisional di Jepang. Di sana, olahraga tersebut telah dilakukan secara profesional selama 20 tahun.</p>
<p>* Olympic Sprint merupakan olahraga tim sprint. Masing &#8211; masing tim terdiri dari tiga rider. Dua tim akan saling berhadapan, dimulai dari arah yang berlawanan dengan tujuan adalah menangkap tim lawan atau menyelesaikan tiga putaran tercepat. Setiap rider harus memimpin tim mereka masing &#8211; masing satu putaran.</p>
<p><em>Kelas yang dipertandingkan</em></p>
<p>* Putra:</p>
<p>- Pursuit Perorangan<br />
- Keirin<br />
- Madison<br />
- Olympic Sprint<br />
- Points Race<br />
- Sprint Perorangan<br />
- Tim Pursuit (4000m)</p>
<p>* Putri:</p>
<p>- Pursuit<br />
- Points Race<br />
- Sprint</p>
<p><strong>D. Mountain Bike</strong></p>
<p>Mountain Biking ( MTB ) masuk program Olimpiade pertama kali pada ajang Olimpiade Atlanta, 1996.<br />
Pada saat itu, olahraganya sendiri telah berumur 40 tahun lebih.<br />
Di mulai pada tahun 1953, ketika seorang mahasiswa mengubah sepedanya dan mencoba mengendarainya di sebuah bukit.<br />
Kompetisi pertama diadakan di luar San Fransisco.</p>
<p>Diakuinya Mountain Biking sebagai salah satu cabang olahraga sepeda karena usaha dari Velo Club Mount Tamalpais.<br />
Mereka menciptakan lomba Repack Downhill yang diadakan secara rutin antara tahun 1976 dan 1979 dari jembatan Golden Gate hingga San Fransisco.<br />
Kompetisi tersebut pun menarik banyak rider dari segala penjuru bahkan media massa.</p>
<p>Oleh anak &#8211; anak muda, olahraga ini dianggap sebagai olahraga yang keren dan extreem.<br />
Pada tahun 1990, olahraga tersebut menjadi olahraga profesional lengkap dengan Kejuaraan Dunia nya.</p>
<p><em>Kompetisi</em></p>
<p>Lebih banyak dilakukan di bukit yang sedikit terjal, bahkan terkadang pada jalur gunung namun biasanya pada jalur alam.<br />
Para rider diharuskan melakukan manuver untuk melewati pepohonan, cabang &#8211; cabang pohon, bebatuan dan bahkan sungai &#8211; sungai kecil.</p>
<p>Untuk Putra jarak yang harus ditempuh sejauh 40 dan 50 km.<br />
Untuk Putri sejauh 30 &#8211; 40 km.<br />
Jarak yang akan ditempuh baru akan dipastikan pada malam sebelum kompetisi, ketika para panitia memperkirakan kondisi cuaca dan waktu tercepat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lomba, 2 jam 15 menit bagi putra dan 2 jam untuk putri.<br />
Dalam kompetisi, untuk putra harus menyelesaikan 6 hingga 7 putaran, sedangkan untuk putri 5 hingga 6 putaran.</p>
<p><em>Kelas yang dipertandingkan</em></p>
<p>* Cross &#8211; country putra</p>
<p>* Cross &#8211; country putri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/12/sejarah-olahraga-sepeda-di-olimpiade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MTB Indonesia Timnas Raih 1 Emas, 2 Perak</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Victory]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Mountain Bike]]></category>
		<category><![CDATA[championship]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Malaysia, 6 &#8211; 8 November 2009, Patut dibanggakan walaupun hanya 1 emas&#8230; dan 2 perak .. Tiga pebalap sepeda gunung (Mountain Bike) Indonesia meraih tiga medali; 1 emas dan 2 perak pada even &#8221; Asian Mountain Bike Continental Championships ke-15 &#8221; di Melaka. Satu medali emas diraih pebalap downhill (downhiller) putra, Popo Ario Sejati. Dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_331" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_of_elite_men_downhill_celebrates.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-331" title="The elite men's downhill podium" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_of_elite_men_downhill_celebrates-150x112.jpg" alt="The elite men's downhill podium (l-r): Naoki Idegawa (Japan), 2nd; Popo Ario Sejati (Indonesia), 1st; Tanaphon Jarupeng (Thailand), 3rd." width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">The elite men&#39;s downhill podium (l-r): Naoki Idegawa (Japan), 2nd; Popo Ario Sejati (Indonesia), 1st; Tanaphon Jarupeng (Thailand), 3rd.</p></div>
<p>Malaysia, 6 &#8211; 8 November 2009, Patut dibanggakan walaupun hanya 1 emas&#8230; dan 2 perak .. <img src='http://www.charmdevo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tiga pebalap sepeda gunung (Mountain Bike) Indonesia meraih tiga medali; 1 emas dan 2 perak pada even &#8221; Asian Mountain Bike Continental Championships ke-15 &#8221; di Melaka.</p>
<p><span id="more-323"></span>Satu medali emas diraih pebalap downhill (downhiller) putra, Popo Ario Sejati.<br />
Dua perak dipersembahkan downhiller putri Risa Suseanty dan downhiller junior Hildan Atosma Katana.</p>
<p>Popo meraih emas usai berhasil menuruni trek downhill di Bukit Beruang sepanjang 1,5 kilometer dengan waktu tercepat, 2 menit 39,498 detik.<br />
Catatan waktu Popo itu lebih lambat dua detik ketimbang waktunya di seeding run ( kualifikasi ) Jumat kemarin.</p>
<div id="attachment_333" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/elite_men_dh_winner_popo_ario_sejati_gets_splashed.jpg"><img class="size-medium wp-image-333" title="Elite men's downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia)" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/elite_men_dh_winner_popo_ario_sejati_gets_splashed-225x300.jpg" alt="Elite men's downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia) gets splashed by his teammates." width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Elite men&#39;s downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia) gets splashed by his teammates.</p></div>
<p>“Saat final trek rusak, becek dan licin,” ujar Popo. “Semua pebalap waktunya tidak secepat seeding run”. beuuh ko bisa begitu..?!</p>
<p>Medali perak direbut Naoki Idegawa asal Jepang.<br />
Juara Asia tahun lalu itu menorehkan waktu 2 menit 43,617 detik.<br />
Sedangkan perunggu diraih downhiller Thailand, Tanaphon Jarupeng (2`50,283 detik).</p>
<p>Sementara di elite putri Risa Suseanty mempersembahkan medali perak.<br />
Kala menuruni trek downhill Risa lebih lambat 15 detik dari juara Asia tahun lalu Mio Suemasa (Jepang)&#8230; ya risa ko bisa argh?!</p>
<p>Mio Suemasa meraih emas dengan catatan waktu 3 menit 1,597 detik.<br />
Sedangkan perunggu direbut downhiller Thailand, Aussanee Pradupyard dengan waktu tempuh 3 menit 29,141 detik.</p>
<div id="attachment_334" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_for_the_elite_women_malyasianov2009.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-334" title="The elite women's podium" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_for_the_elite_women_malyasianov2009-150x112.jpg" alt="The elite women's podium (l-r): Risa Suseanty (Indonesia), 2nd; Mio Suemasa (Japan), 1st; Aussanee Pradupyard (Thailand), 3rd." width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">The elite women&#39;s podium (l-r): Risa Suseanty (Indonesia), 2nd; Mio Suemasa (Japan), 1st; Aussanee Pradupyard (Thailand), 3rd.</p></div>
<p>Sedangkan dari kategori cross country olympic (lintas alam),<br />
empat pebalap cross country Indonesia yang bertanding Minggu, 8 November 2009, masuk 10 besar saja.</p>
<p>Dadi Nurcahyadi, peraih emas PON 2008, masuk finis di posisi 4 di belakang pebalap Jepang, Hongkong dan Kazakhstan.</p>
<p>Chandra Rafsanjani finis di posisi tujuh,<br />
Bandi Sugito menginjak garis finis di posisi 10 dan Kusmawati Yazid (elite women) finis di posisi 4.</p>
<p>Asian Mountain Bike Continental Championship 15th diikuti pebalap sepeda gunung dari Negara-negara di kawasan Asia<br />
Jepang, China, Hongkong, Malaysia, Thailand, Iran, Korea, Brunei, Vietnam, Kazakhstan, China Taipei, Nepal, Filipina dan Singapura.<br />
(Foto Timnas MTB dari Cyclingnews) | Red ( tominala.blogspot.com )</p>

<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/winners_of_elite_men_downhill_celebrates/' title='The elite men&#039;s downhill podium'><img width="150" height="112" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_of_elite_men_downhill_celebrates-150x112.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The elite men&#039;s downhill podium (l-r): Naoki Idegawa (Japan), 2nd; Popo Ario Sejati (Indonesia), 1st; Tanaphon Jarupeng (Thailand), 3rd." title="The elite men&#039;s downhill podium" /></a>
<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/elite_men_dh_winner_popo_ario_sejati_gets_splashed/' title='Elite men&#039;s downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia)'><img width="112" height="150" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/elite_men_dh_winner_popo_ario_sejati_gets_splashed-112x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Elite men&#039;s downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia) gets splashed by his teammates." title="Elite men&#039;s downhill champion Popo Ario Sejati (Indonesia)" /></a>
<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/winners_for_the_elite_women_malyasianov2009/' title='The elite women&#039;s podium'><img width="150" height="112" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/winners_for_the_elite_women_malyasianov2009-150x112.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The elite women&#039;s podium (l-r): Risa Suseanty (Indonesia), 2nd; Mio Suemasa (Japan), 1st; Aussanee Pradupyard (Thailand), 3rd." title="The elite women&#039;s podium" /></a>
<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/mtb15_risa_suseanty_of_indonesia_600/' title='Risa Suseanty (Indonesia)'><img width="150" height="100" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/mtb15_risa_suseanty_of_indonesia_600-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Risa Suseanty (Indonesia) catches some air en route to a second place finish in the elite women&#039;s downhill." title="Risa Suseanty (Indonesia)" /></a>
<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/elite_women_category_600/' title='The top three finishers'><img width="150" height="112" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/elite_women_category_600-150x112.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The top three finishers" title="The top three finishers" /></a>
<a href='http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/mtb06b_risa_suseanty_of_indonesia_clocks_in_at_the_finish_line_600/' title='Risa Suseanty (Indonesia)'><img width="112" height="150" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/11/mtb06b_risa_suseanty_of_indonesia_clocks_in_at_the_finish_line_600-112x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Risa Suseanty (Indonesia) crosses the finish line in the elite women&#039;s downhill." title="Risa Suseanty (Indonesia)" /></a>

<p style="text-align: left;"><strong>Hasil Cross Country Olympic:</strong></p>
<p style="text-align: left;">Elite Men XCO<br />
1      Kohei Yamamoto (Japan)                   1:45:59<br />
2     Chan Chun Hing (Hong Kong, China)     0:00:12<br />
3     Kirill Kazantsev (Kazakhstan)                 0:02:01<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>4     Dadi Nurcahyadi (Indonesia)           0:03:38 </strong></span><br />
5     Ji Jian Hua (China)                             0:05:10<br />
<strong><span style="color: #ff0000;">7     Chandra Rafsanjani (Indonesia)      0:06:01 </span><br />
<span style="color: #ff0000;">10   Bandi Sugito (Indonesia)                0:07:30 </span></strong></p>
<p style="text-align: left;">Elite Women XCO<br />
1      Ren Chengyuan (China)                   1:41:42<br />
2     Rie Katayama (Japan)                       0:03:16<br />
3     Liu Ying (China)                               0:09:25<br />
4     Yukari Nakagome (Japan)                 0:11:07<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>5     Kasmawati Yazid (Indonesia)        0:16:20 </strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/11/mtb-indonesia-timnas-raih-1-emas-2-perak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepeda Batik Hartiknas di hari batik nasional</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/10/sepeda-batik-hartiknas-di-hari-batik-nasional/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/10/sepeda-batik-hartiknas-di-hari-batik-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Detik Jakarta &#8211; Dalam rangka membudayakan kebudayan batik indonesia HARTIKNAS ( Hari Batik Nasional ), yang merupakan harta karun bangsa Indonesia, Komunitas penggemar sepeda punya cara khas dalam memeriahkan Hari Batik. Mereka menggelar acara konvoi bersepeda sambil tentu saja berbatik ria. Selepas salat Magrib, Jumat (2/10/2009), ratusan orang anggota komunitas sepeda mulai meninggalkan FX Plaza, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_298" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/10/purple-demo.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-298" title="frame bike mtb batik" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/10/purple-demo-150x112.jpg" alt="batik mtb frame" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">batik mtb frame</p></div>
<p>Detik Jakarta &#8211; Dalam rangka membudayakan kebudayan batik indonesia HARTIKNAS ( Hari Batik Nasional ), yang merupakan harta karun bangsa Indonesia,<br />
Komunitas penggemar sepeda punya cara khas dalam memeriahkan Hari Batik. Mereka menggelar acara konvoi bersepeda sambil tentu saja berbatik ria.</p>
<p>Selepas salat Magrib, Jumat (2/10/2009), ratusan orang anggota komunitas sepeda mulai meninggalkan FX Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta.<br />
Mereka menuju Balai Kota di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, dan rencananya akan diterima oleh Gubernur Fauzi Bowo.</p>
<p><span id="more-297"></span><br />
Rute yang diambil menyusuri Jl. Sudirman, Jl. Thamrin lalu berbelok di bundaran patung kuda. Karena lalu lintas yang padat, rombongan konvoi sepeda itu melaju dengan kecepatan rendah.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5DnPpKS769Q&amp;feature" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/5DnPpKS769Q&amp;feature"></embed></object><br />
Untuk memeriahkan suasana, beberapa orang peserta konvoi sengaja mengenakan blangkon.<br />
Sepedanya pun bermacam-macam jenisnya, bukan hanya sepeda MTB dan sepeda lipat yang sedang trend, ada pula yang menaiki sepeda onthel model klasik.</p>
<p>&#8220;Konvoi sepeda berbusana batik bisa juga buat menunjukkan bahwa pakaian batik bisa dipakai bersepeda. Ini kan identitas Indonesia,&#8221; kata Zaenal salah seorang pengguna sepeda lipat yang berkemeja batik lengan pendek.</p>
<div id="attachment_298" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/10/purple-demo.jpg"><img class="size-medium wp-image-298" title="frame bike mtb batik" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/10/purple-demo-300x225.jpg" alt="batik mtb frame" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">batik mtb frame</p></div>
<p>Hmm design batik pada sepeda sepertinya harus dikembangkan juga tuh.. pada forum sepeda ada sample foto seperti ini&#8230;<br />
wah, asli.. inovatif banged dah.</p>
<p>Bapak bapak ibu ibu yang dibelakang.. pls comment dimana cari frame seperti ini ?</p>
<p>hayoo sapa yang mau eng &#8211; claimm..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/10/sepeda-batik-hartiknas-di-hari-batik-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Double jump buat penghobi sepeda dirtjump</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/08/double-jump-buat-penghobi-sepeda-dirtjump/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/08/double-jump-buat-penghobi-sepeda-dirtjump/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 18:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[puncrut]]></category>
		<category><![CDATA[tomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Trek Punclut menyajikan variasi double jump buat penghobi sepeda dirtjump. Puluhan pesepeda terlihat memainkan sepedanya di Puncak Ciumbuleuit Utara atau lebih dikenal dengan nama Punclut. Rata-rata mereka menunggangi sepeda BMX dan sepeda gunung (Mountainbike-MTB). Yang memiliki BMX, terlihat bermain dirt jump (DJ) di tengah trek. Sedangkan yang mengendarai MTB, asyik bermain di area pump track. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trek Punclut menyajikan variasi <em>double jump</em> buat penghobi sepeda dirtjump.<strong> </strong></p>
<p>Puluhan pesepeda terlihat memainkan sepedanya di Puncak Ciumbuleuit Utara atau lebih dikenal dengan nama Punclut. Rata-rata mereka menunggangi sepeda BMX dan sepeda gunung <em>(Mountainbike-MTB)</em>. Yang memiliki BMX, terlihat bermain dirt jump (DJ) di tengah trek.</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p>Sedangkan yang mengendarai MTB, asyik bermain di area pump track. Pemandangan itu terlihat 16 Maret 2008 lalu, saat berlangsungnya lomba Dirt Jump Punclut Pump and Jam.</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/08/punclut.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-231" title="punclut" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/08/punclut.jpg" alt="punclut" width="323" height="216" /></a>Mereka berlomba di arena bermain sepeda, yang menurut Asep Tubagus, salah satu perancang, disebut dengan nama trek Punclut. Trek ini merupakan sarana bermain sepeda anak-anak Bandung yang menyukai BMX/MTB DJ. Letak trek ini berdampingan dengan trek motorcross. Lokasi persisnya di samping Gedung Radio Republik Indonesia (RRI), Punclut, Bandung, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Bandung atau 3 kilometer dari kawasan belanja Cihampelas.</p>
<p>Trek Punclut menawarkan tantangan tersendiri bagi penghobi sepeda. Walaupun berukuran sekitar 30 x 80 meter, trek ini cukup lega dengan menyajikan beragam rintangan. Di situ ada delapan <em>double jump</em>. Empat <em>double jump</em> berdiri di tengah-tengah area. Rintangan itu untuk memuaskan hobi dirtjumper. Seorang dirtjumper pemula maupun yang sudah piawai dapat menyalurkan hasratnya di rintangan ini.</p>
<p>Buat pemain dirtjump yang baru bisa dan sedang belajar, dapat bermain di rintangan yang berada di tengah kiri dari tempat start. Tinggi dua <em>double jump</em> pemula itu sekitar 1 meter dengan celah sekitar 2 meter. Sedangkan penempatan <em>double jump</em> akhir, <em>landing</em>-nya berdekatan dengan <em>double jump</em> untuk senior <em>.</em> “Pada <em>double jump</em> akhir, dirtjumper bisa melakukan <em>landing</em> transfer,” kata Asep Tubagus, yang akrab dipanggil Apep, salah satu perancang trek..</p>
<p>Rintangan yang tergolong ekstrem berada di samping <em>double jump</em> pemula. Buat dirtjumper yang jago, rintangan ini malah dikatakan biasa saja. Sebagai perbandingan dengan rintangan pemula, tinggi <em>double jump</em> <em>pro</em> ini mendekati 2 meter, sekitar setengah meter lebih tinggi. Yang bikin <em>“ngeri”</em> adalah <em>gap</em>-nya, sekitar 2,5 meter. “Meriang lihatnya,” ujar Hendrik, karyawan <em>Cycling</em>, yang hobi bermain sepeda downhill saat dimintai komentarnya.</p>
<p>Kontur tanah yang dipake membuat gundukan berkarakter keras. Sehingga, begitu hujan menguyur trek ini, permukaan tanah tidak menjadi lembek atau becek. Sebaliknya, permukaan tanah akan menjadi licin. Ini terlihat saat <em>cycling</em> menyambangi trek itu setelah hujan.</p>
<p>Sisa empat <em>double jump</em> berada di sisi kiri. Dari bentuknya, rintangan ini lebih menyerupai <em>handicap</em> untuk crosser. Itu dikarenakan ukuran <em>double jump</em> yang rendah, bergelombang dan memiliki ketinggian sekitar setengah meter. “Rintangan itu belum 100 persen rampung. Rencananya kami mau membentuk putaran dari <em>double jump</em> yang di tengah,” ujar Apep ditemui di lokasi.</p>
<p>Melongok ke sudut kanan dari tempat start, tersedia lahan bermain pumping. Pesepeda biasa menyebutnya pump track. Panjangnya sekitar 50 meter dari tempat start. Pesepeda yang hendak bermain di pump track, dimulai dari tempat yang tinggi. Itu terletak di jejeran tempat start permainan dirtjump. Dari start situlah pesepeda mengowes mencari <em>speed</em> dan melewati dua table top, kemudian baru masuk ke area pump track.</p>
<p>Setelah melintasi table top kedua, pesepeda langsung dihadang <em>rhytem section,</em> lalu <em>berm </em>pertama, disusul <em>tabletop, berm, rhytem section</em> kedua, dan <em>berm</em> terakhir guna memutar lagi. “Buat yang ingin melatih teknik pumping, trek ini cocok,” kata Sonny M Heriyadi, mantan atlet sepeda gunung Indonesia sekaligus pembuat trek Punclut.</p>
<p>Dari semua pesepeda yang main di pump track pertengahan Maret lalu, Chandra Ariavijaya terlihat paling terampil mengaplikasikan teknik <em>nge-pump</em> sepeda. Pentolan Charmdevo itu dapat meliuk di <em>berm</em> dan <em>rolling </em>di <em>rhytem section</em> dengan lembut. Hebatnya, di bagian <em>rhytem section</em>, Chandra masih sempat memutar pedalnya beberapa kali. “Buat pemula akan susah melakukan pedaling di <em>rhytem section</em>,” kata Chandra.</p>
<p>Daya tarik lain yang ditawarkan trek punclut adalah <em>view</em>, pemandangan, panorama dan udara sejuk. Karena trek ini terletak di dataran tinggi, dan dikenal sebagai atap Kota Bandung, pesepeda yang menyambangi tempat ini akan menyaksikan sebagian tata letak kota itu. Terlebih, pemilihan lokasi trek Punclut itu berada paling pinggir. Buat Anda yang tertarik bermain dirtjump dan pump track, sekaligus <em>refreshing</em>, Punclutlah tempatnya.</p>
<p><strong>Story About Track</strong></p>
<p>Trek Punclut punya cerita sendiri. Dari cerita Apep, trek BMX DJ, dulunya berada di lahan bermain motorcross. Namun, perlahan-lahan trek itu bergeser fungsinya dan berubah sebagai arena motorcross. “Mereka (penghobi motorcross-red) serius menggarap trek itu. Saat izin membangun dari si pemilik didapat, mereka mengembangkan jadi trek motorcross,” katanya.</p>
<p>Trek BMX DJ pun akhirnya bergeser ke sebelahnya. Modelnya pertama kali di rancang dan dibangun oleh Sonny M Heriyadi sekitar tahun 2001-an. Sonny bersama rekannya dari SMH Racing membentuk rintangan berupa <em>double jump</em>, yang sekarang di peruntukan buat pemula (junior).</p>
<p>Selang beberapa tahun (Apep lupa tahunnya), Apep memodifikasi trek itu menjadi lebih menantang. Dia dengan penghobi DJ dari Bandung menambah rintangan buat senior. Pada <em>double jump</em> kedua di senior, Apep menggabungkan dengan yang junior. Sehingga rider bisa melakukan perpindahan <em>landing</em>.</p>
<p>Pada Maret 2008, trek itu dilengkapi dengan satu area pump track. Area itu adalah buah pemikiran Chandra Ariavijaya. Mantan downhiller yang pernah menduduki rangking 30 dunia itu membawa contoh gambar ke Apep. Bersama penghobi sepeda Bandung, Apep mengerjakan area latihan pumping itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/08/double-jump-buat-penghobi-sepeda-dirtjump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trek Sederhana di pekarangan rumah</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/08/trek-sederhana-di-pekarangan-rumah/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/08/trek-sederhana-di-pekarangan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 18:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[pekarangan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tominala]]></category>
		<category><![CDATA[trek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Trek tanpa nama ini terdiri dari lima media jumping-an. Sangat cocok buat pemula atau newbie. Langit tidak sepanas siang tadi. Udara sudah terasa adem, saat saya mencoba trek permainan sepeda yang dibangun anak-anak komunitas sepeda gunung yang saban Sabtu-Minggu mangkal di hutan Universitas Indonesia (UI). Trek yang terletak di jalan M. Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Trek tanpa nama ini terdiri dari lima media jumping-an. Sangat cocok buat pemula atau newbie.</em></p>
<p>Langit tidak sepanas siang tadi. Udara sudah terasa adem, saat saya mencoba trek permainan sepeda yang dibangun anak-anak komunitas sepeda gunung yang saban Sabtu-Minggu mangkal di hutan Universitas Indonesia (UI). Trek yang terletak di jalan M. Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu merupakan trek dirt jump dan memiliki satu fitur <em>berm</em>.</p>
<p><span id="more-226"></span></p>
<div id="attachment_240" class="wp-caption alignright" style="width: 410px"><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/08/tomi.jpg"><img class="size-full wp-image-240" title="tomi" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/08/tomi.jpg" alt="http://tominala.blogspot.com" width="400" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">http://tominala.blogspot.com</p></div>
<p>Tempat permainan sepeda dirt jump ini lain dari pada yang lain. Bila umumnya banyak penghobi sepeda gunung membangun trek dirt jump di lahan kosong di luar permukiman, maka trek ini sebaliknya. Trek yang mulai dikerjakan Mei 2008 ini malah dibangun di pekarangan rumah.</p>
<p>Salah satu pemilik rumah adalah Damhar Rahmad. Ia penghobi sepeda gunung yang ikhlas pekarangan berukuran sekitar 40 x 8 meter itu disulap jadi tempat lompat-lompatan. “Secara keseluruhan, trek ini belum sempurna,” kata Damhar, yang ikut mengerjakan pembangunan trek itu.</p>
<p>Bersama puluhan pesepeda gunung yang kerap <em>kongkow</em> di kediamannya itu, kerja bakti pembentukan trek dikerjakan Sabtu-Minggu. Alasan hanya mengerjakan pada kedua hari itu, sederhana. Kebanyakan penghobi adalah pekerja kantoran dan baru melampiaskan hobinya saat <em>weekend</em>. Kondisi trek yang sederhana itu, pembangunannya memakan waktu sekitar 6 hari—karena dikerjakannya Sabtu-Minggu, berarti sekitar 1 bulanan.</p>
<p>“Anak-anak (penghobi sepeda gunung UI) sering main ke rumah. Dari obrolan, terbesit untuk <em>ngebangun</em> trek sepeda di pekarangan,” ujar Damhar, yang sudah menyukai olahraga sepeda sejak tahun 1987-an. “Ini ide anak-anak. Dan saat ini baru jadi seperti itu,” Damhar menambahkan.</p>
<p>Maksud Dahmar itu, trek ini terlihat sangat sederhana. Di situ terdapat lima media <em>jumping-</em>an. Rata-rata tingginya 15 sampai 30 sentimeter. Satu <em>jumping</em>-an terbuat dari dua kayu tipis panjang selebar sekitar 10 sentimeter, yang diletakkan diantara dua ban mobil. Boleh dikatakan, media melompat seperti ini hanya ada di trek ini.</p>
<p>Menurut Novri Lifinus, satu penghobi sepeda gunung yang sudah mencoba trek ini, media melompat dari kayu itu berguna buat melatih keseimbangan di atas sepeda. Cara mainnya, sepeda di gowes pelan, dan biarkan sepeda berjalan di atas kayu itu hingga kayu itu berada pada posisi horizontal dan kemudian jatuh ke depan.</p>
<p>Kemudian, dimana titik start trek ini? Tidak ada titik start. Namun, saya yang main ke trek ini pada 17 Juli lalu, memulainya di samping ayunan. Permukaan tanahnya <em>flat</em>, sehingga untuk memperoleh <em>speed </em>yang cukup, saya mesti menggenjot kencang. Dari situ sepeda dibawa menuju <em>berm</em>. Jaraknya sekitar 20 meter.</p>
<p>Dari <em>berm</em> saya menuju <em>jumping</em>-an pendek yang permukaan tanah atasnya tertutup karung. Selesainya di <em>jumping</em>-an setinggi 30 sentimeter.</p>
<p>Kurang puas, saya pilih jalan yang cukup panjang. Bila sebelumnya permainan sepeda dirt jump saya berakhir di jumpingan setinggi 30 sentimeter itu, maka kali ini saya putar lagi. Usai melewati media melompat terakhir, sepeda saya genjot melewati dua gundukan tanah pendek, memutar lagi dan menutupnya di rintangan keseimbangan yang terbuat dari dua kayu tipis di atas dua roda ban mobil.</p>
<p>Tapi kalau Anda masih belum puas, Anda bisa <em>nge-laps</em> lagi setelah melabas rintangan kayu dan memutar kembali menuju <em>berm</em>. Cara permainan seperti saya itu berfungsi melatih kekuatan fisik, melatih teknik lompatan, pendaratan dan keseimbangan.</p>
<p>Kategori trek seperti ini cocok buat seorang pemula <em>(newbie).</em> Di trek ini, jangan harap Anda bisa terbang tinggi disemua media <em>jumping</em>-an yang.dihidangkan. Tapi tunggu beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang, mungkin <em>table top</em> dan <em>double jump</em> tinggi bisa dijumpai di trek tanpa nama ini. “Trek ini masih butuh masukan dan sumbang saran,” kata Damhar, 43 tahun. Mungkin butuh tenaga dan dana ya<em> heee</em>.</p>
<p>Lokasi trek ini mudah ditemui. Patokannya Stasiun Lenteng Agung (LA), Jakarta Selatan. Kalau Anda dari arah Depok menuju Pasar Minggu, sebelum stasiun LA Anda belok kiri jalan yang tembus ke arah Jagakarsa. Bila Anda dari Jakarta menuju Depok, ambil putaran balik di Gardu, depan SMA 109 Jakarta dan ikuti petunjuk dari arah Depok tadi.</p>
<p>Jarak dari belokan itu ke trek sekitar 700 meter. Perhatikan arah kiri perjalanan Anda. Jika ketemu pagar besi biru yang panjangnya sekitar 4 meter, di situlah letak trek itu. Di rumah Damhar itu pula anak-anak komunitas sepeda gunung UI berkumpul.</p>
<p>“Trek memang belum 100 persen rampung. Anak-anak masih memikirkan pembangunan selanjutnya. Segala bentuk saran dan ide kita tampung,” kata Damhar. Damhar menambahkan, lahan di samping trek itu masih kosong. Lahan itu bisa difungsikan buat pembangunan trek lagi. Belum lagi yang di samping kiri trek, yang berbentuk legokan, bisa juga buat main sepeda. Penasaran, kunjungilah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/08/trek-sederhana-di-pekarangan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MTB &#8211; FRIENDS From BAM</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/06/mtb-friends-from-bam/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/06/mtb-friends-from-bam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 06:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bam]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[ride]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[MTB Friends From BAM 0. FRIENDS itu PARPOL.. wakakakak… gak sih, sebenernya cuman konsep non-formal aja : Bicycles are simple. One of great inspirations of bicycle riding is to be free. Independent. To race is motivation, to be fast is process, but the main goal is Fun &#38; Friendship. 1. FRIENDS itu singkatan dari FREE [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MTB Friends From BAM</p>
<p><img class="alignnone" title="MTB - Friends" src="http://farm4.static.flickr.com/3597/3381283637_e8285c139e.jpg" alt="" width="500" height="222" /></p>
<p>0. FRIENDS itu PARPOL.. wakakakak… gak sih, sebenernya cuman konsep non-formal aja :</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p>Bicycles are simple. One of great inspirations of bicycle riding is to be free. Independent. To race is motivation, to be fast is process, but the main goal is Fun &amp; Friendship.</p>
<p>1. FRIENDS itu singkatan dari FREE INDEPENDENT DOWNHILLERS.</p>
<p>2. Free itu bukan berarti gratis/no sponsor, tapi ‘free to ride’.. kembali ke konsep bersepeda yang simple, kapan dan dimana saja bebas untuk riding.</p>
<p>3. Independent itu berarti tidak terikat oleh hal-hal politik, kepentingan dll… NETRAL</p>
<p>4. Downhillers ya orang yang suka turun gunung pake sepeda hehehe…</p>
<p>5. FRIENDS itu bukan grup atau tim, bukan juga gabungan antar grup / tim, tapi sindikasi / gabungan dari komunitas. Ada bedanya antara tim dan komunitas. Tim bisa berada dalam komunitas, jadi jangkauan nya luas. ingin nya sih, nama tim dibelakangnya pake … &amp;FRIENDS semua, baik itu riders hobbyers atau profesional hehehehe…</p>
<p>6. Penulisan FRIENDS sengaja berupa (TIM)(SPONSOR) &amp;FRIENDS dimana “&amp;” itu berbeda dengan “-” yaitu lebih ‘mengajak’ atau ‘merangkul’ tapi bukan berarti merger / tim baru.</p>
<p>7. Tujuan utama FRIENDS ini adalah untuk mempererat persahabatan, tambah teman (bahkan internasional), dan hal-hal positif lain nya. (banyak teman udah pasti positif, kita bisa diskusi mulai dari riding places, hardware, review, testing, trading dll…)</p>
<p>after all, FRIENDS = TEMAN-TEMAN… right?</p>
<p>8. Silahkan join dan berpartisipasi, sementara FRIENDS baru ada di facebook</p>
<p>http://www.facebook.com/group.php?gid=65228396003</p>
<p>admin nya sementara pak riqqi, pak dody dan moderators nya dari komunitas dh di indonesia..</p>
<p>* Sekali lagi, waktu race / promosi, semua BEBAS mau pakai nama tim BAM saja atau BAM-SPONSOR atau mau pakai &amp;FRIENDS dibelakangnya yaa… juga untuk klum/tim/komunitas lain bebas, syaratnya ‘visi’ nyambung ama konsep FRIENDS itu.</p>
<p>salam persahabatan… friendship <img src='http://www.charmdevo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>http://www.bandungallmountain.com/index.php/mtb-friends/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/06/mtb-friends-from-bam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Charmdevo Site has been Taking Over Owner By Global9.net</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2009/06/charmdevo-site-has-been-taking-over-owner-by-global9-net/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2009/06/charmdevo-site-has-been-taking-over-owner-by-global9-net/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 17:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[charmdevo]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[new owner global9 dot net]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Today, Charmdevo site will no longer owned and exist by Chandra Ariavijaya Management,.. This site will close temporary for making change all of this site function. But for sure, old content data for history or old content will archived in our database link. Thank you very much.. Back soon,.. We will build our Bike MTB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Today, Charmdevo site will no longer owned and exist by Chandra Ariavijaya Management,..</p>
<p>This site will close temporary for making change all of this site function.</p>
<p>But for sure, old content data for history or old content will archived in our database link.</p>
<p>Thank you very much..</p>
<p>Back soon,..</p>
<p>We will build our Bike MTB, Xtrem Sport Forum and Portal.. <img src='http://www.charmdevo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cherszzz&#8230;!!!</p>
<p>Webmaster,</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/06/3012281487_ac521a4180.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-187" title="3012281487_ac521a4180" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2009/06/3012281487_ac521a4180-150x150.jpg" alt="3012281487_ac521a4180" width="150" height="150" /></a></p>
<p>charmdevo.com<br />
on maintenance by global9.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2009/06/charmdevo-site-has-been-taking-over-owner-by-global9-net/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polygon Jakarta Challenge Ragunan</title>
		<link>http://www.charmdevo.com/2008/05/polygon-jakarta-challenge-ragunan/</link>
		<comments>http://www.charmdevo.com/2008/05/polygon-jakarta-challenge-ragunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 16:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Victory]]></category>
		<category><![CDATA[Challenge]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[Polygon]]></category>
		<category><![CDATA[Ragunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.charmdevo.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Polygon Jakarta Challenge Taman Margasatwa Ragunan 24 &#8211; 25 May 2008 Result Of Polygon Jakarta Challenge Taman Margasatwa Ragunan : &#8212;- &#8212;- &#8212;- &#8212;- &#8212;- &#8212;- Photograph Audi Fareza Chandra Purnamawan Nurwasito Chandra Ariavijaya On Podium Chandra Ariavijaya On Action &#8212;-]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Polygon Jakarta Challenge Taman Margasatwa Ragunan</strong></p>
<p><strong>24 &#8211; 25 May 2008</strong></p>
<p><em>Result Of Polygon Jakarta Challenge Taman Margasatwa Ragunan :</em></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008a.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-161" title="ragunan2008a" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008a-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-160"></span></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008b.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-162" title="ragunan2008b" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008b-211x300.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008c.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-163" title="ragunan2008c" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008c-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008d.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-164" title="ragunan2008d" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008d-239x300.jpg" alt="" width="239" height="300" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008e.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-165" title="ragunan2008e" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008e-266x300.jpg" alt="" width="266" height="300" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008f.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-166" title="ragunan2008f" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008f-300x266.jpg" alt="" width="300" height="266" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008g.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-167" title="ragunan2008g" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/ragunan2008g-300x259.jpg" alt="" width="300" height="259" /></a></p>
<p><em><strong>Photograph</strong></em></p>
<p><strong>Audi Fareza</strong></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/audi.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-168" title="audi" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/audi-203x300.jpg" alt="" width="203" height="300" /></a></p>
<p><strong>Chandra Purnamawan</strong></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/kamra.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-169" title="kamra" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/kamra-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><strong>Nurwasito </strong></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/warsitopi1.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-170" title="warsitopi1" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/warsitopi1-300x189.jpg" alt="" width="300" height="189" /></a></p>
<p><strong>Chandra Ariavijaya On Podium</strong></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/img6621vl2.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-171" title="img6621vl2" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/img6621vl2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><strong>Chandra Ariavijaya On Action</strong></p>
<p><a href="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/omchan.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-172" title="omchan" src="http://www.charmdevo.com/wp-content/uploads/2008/06/omchan-300x162.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a></p>
<p>&#8212;-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.charmdevo.com/2008/05/polygon-jakarta-challenge-ragunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
